Kegiatan tengah semester ini hanya ada untuk siswa kelas VII dan VIII. Kegiatan kelas VII yaitu study tour ke beberapa obyek seperi kebun kopi dan pabrik. Sedangkan kelas VIII yaitu berkemah di Maha Naim. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh semua kelas, termasuk kami kelas VIII-6.
Bis on berangkat pagi menuju maha naim. Sesampainya disana, para siswa sibuk mendirikan tenda. Kami juga tidak lupa membuat parit kecil disekeliling tenda untuk aliran air hujan. Kelas VIII-6 hanya terbagi 3 tenda. Dua tenda cewek dan satu tenda cowok. Hujan memang turun selama kegiatan, tapi hanya gerimis dan tidak membahayakan barang-barang.
Ada beberapa lomba yang diadakan. Ada menara orang, pipa raksasa, kereta cincin, dan memindahkan air ke dalam botol. Semua itu dilakukan perkelas. Kami tidak bermaksud untuk menang, hanya ingin bersenang-senang. Dan hasilnya sungguh jauh di luar perkiraan. Kami memenangkan juara satu lomba menara manusia dan kami memenangkan juara umum kedua. Hah? Bagaimana mungkin? Ada satu kejadian yang mungkin termasuk alasan kami menang kejuaraan itu,,
Malam api unggun, semua siswa keluar tenda dan berkumpul mengelilingi api. Diharuskan ada satu anak yang menjaga tenda, dan Rahma dengan suka rela melakukannya. Kami unjuk kebolehan dan menyanyikan lagu “Bukan Boneka” dari Rini Idol. Tiba-tiba Refina mengatakan bahwa dia tidak menemukan Rahma di tenda. Hal itu membuat kami semua terkejut.Beberapa anak mencari di kamar mandi, ada yang mencari di area cowok, ada yang mencoba menghubungi ponselnya, tapi tetap saja Rahma tidak ditemukan. Anak cewek mengeluarkan tangisan mereka, dan para cowok mencoba untuk tetap mencari. Kami meminta bantuan dari para guru, tapi nihil. Mereka seolah tak peduli. Semua siswa pun akhirnya tahu kalau ada murid yang hilang. Mereka histeris dan api unggun pun berakhir sebelum waktunya.
Gelagat mencurigakan dari para guru pun akhirnya terlihat. Kami menyadari kalau itu mungkin hanya gurauan dari para guru. Setelah beberapa kami didiamkan, Rahma muncul dari tenda utama. Dengan wajahnya yang tanpa dosa, dia masuk ke dalam lingkaran. Sebal? Tentu saja! Senang? Pastinya. Teman tersayang kita selamat, meski itu menjengkelkan. Kalian bisa tebak dia disembunyikan dimana?? Di salah satu mobil guru, yang letaknya tidak jauh dari tenda cewek.
Time is up! Kita semua harus meninggalkan area perkemahan ini. Saat bersiap untuk pulang, hujan sekonyong-konyong mengguyur kita tanpa ampun. Semua berlarian mencari perlindungan. Teriakan demi teriakan terdengar di seluruh sudut perkemahan. Kami bingung. Kami takut terpisah dari rombongan. Berkat kerjasama yang baik antara cewek dan cowok, kami selamat. Meski masuk Bis on dengan keadaan basah kuyub.