Compazsix’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Jaket keramat :( Oktober 6, 2008

Diarsipkan di bawah: Di kelas — compazsix @ 3:18 am
Tags:
Logo Jaket

Logo Jaket

Rapat untuk merundingkan jaket hari itu pun dimulai. Suasana ramai, seru, and panas pastinya. Seperti biasa, anak-anak ngga bisa klo rundingan dipimpin Rizkia, mesti harus Mirza. Yach, mau gimana lagi.. Mirza kan lebih menakutkan, lebih gedhe, semua orang pasti takut. Awalnya telah diputuskan warna jaket Biru. Trus diadakan rapat lagi, warnanya Putih-Ijo. Duh, plin-plan banget deh kelas ini. Kita juga mendiskusikan desain, nama kelas, logo, dll. Hal itu berlangsung selama berbulan-bulan sejak kita naik kelas IX. Ngga selesai-selesai kan? Yach, beginilah IX-6. Klo diajak rundingan susahnya minta

 

Narcist?! Oktober 6, 2008

Diarsipkan di bawah: Di kelas — compazsix @ 3:15 am
Tags:
IX-6

IX-6

Bukan Compazsix namanya klo ngga narcist. Meski jam olahraga, kita asyik vutu-vutu. Siapa yang bisa nebak kaki-kaki punya siapa aja tuh? Yang jelas Rizkia ngga ada, kan kakinya kecil-kecil semua. Hehehehehe.. Padahal dibelakang kita ada anak main footsall, tapi enjoy aja tuh ngambil vutu. Meski uda ada beberapa korban yang jatuh gara-gara bola. Tapi kita kan pantang menyerah, jadi apapun resikonya tetep ambil vutu. Malahan anak-anak footsal ikutan vutu. Mereka minta istirahat bentar. Yaelah, segitu narcistnya and nafsu banged bwad vutu-vutu.

 

Gosh, third couple comin! Oktober 6, 2008

Diarsipkan di bawah: Social — compazsix @ 3:11 am
Tags:

Aduh! Semakin lama semakin banyak aja couple di kelas kita. Malahan ngga ada anak yang pacaran ma anak di luar kelas (bukan di luar sekolah). Aneh campur heran. Emang enak ya punya pacar satu kelas? Kan jadi jaim-jaiman. Kecuali Mirza ma Dhila yang uda pacaran selama tiga tahun. Ini lahir lagi pasangan baru. Rizky Adi ma Refina Okta. Huff. Pasangan ini ngga butuh waktu lama untuk PDKT. Tiba-tiba aja Nurul nulis “ADA PASANGAN BARU. SIAPA YA?” di papan tulis. Otomatis semua pada bertanya-tanya. Segera aja deh nyebar berita jadiannya Fina ma Rizky. Berita itu juga sampai ke kelas tetangga, IX-8. Astaga, kelas IX-6 sarangnya orang pacaran.

 

KALAH!! Oktober 6, 2008

Diarsipkan di bawah: Ekstra — compazsix @ 3:09 am
Tags:
Semangat Vutu!

Semangat Vutu!

“KALAH” adalah satu kalah yang sering dibenci oleh orang. Tapi permainan pasti ada kalah dan menangnya. Tujuh belas agustus tahun ini, salah satu lomba yang diadakan adalah footsall. Permainan ini adalah permainan yang paling digemari oleh anak cowok, termasuk di IX-6. Awal pertandingan, kami melawan grup PPL. Entah bagaimana bisa terjadi, yang jelas hal itu terjadi juga. Menang? Yaiyalah, IX-6 gituu. Kami yakin akan menang, tapi kami terkejut ketika esoknya harus melawan keluarga 7. Mereka juga hebat dalam sepakbola. Dan anak IX-6 sering berlatih bola bersama mereka. Masa harus ngelawan temen sendiri? Apa boleh buat, pertandingan pun berlangsung seru. Keluarga 7 selalu menyerang, dan posisi kami terancam. Kami menggunakan dua penjaga gawang secara bergantian, tetapi hasilnya nihil. Kami kalah. 2-0. Ini memang benar-benar bukan tahun kami. Tidak seperti tahun lalu, kami berhasil mengalahkan keluarga 7, meski mereka bermain kasar.

 

Goodbye!! Oktober 6, 2008

Diarsipkan di bawah: Social — compazsix @ 3:02 am
Tags:
Goodbye,maam!

Goodbye,maam

Wali kelas kita sejak kelas satu adalah Bu Triis Amini dan Pak Syaifuddin. Bu Triis ini adalah guru Bahasa Inggris kita. Beliau termasuk guru yang sabar dan pengertian terhadap muridnya. Beliau juga sensitif, sudah banyak kesalahan yang kita lakukan. Tapi sudah dimaafkan kok.

Mungkin ada beberapa hal yang kami tidak suka dari wali kelas yang satu ini, tapi bagaimana pun beliau adalah guru yang pertama kali membimbing kami di SMP ini.Terima kasih atas jasa-jasanya,bu. Kami tidak bisa berbuat banyak sebagai imbalan atas semuanya. Goodbye!

Sebagai pengganti Bu Triis ini, ada Bu Masning. Guru matematika kami di kelas VIII dan sekaligus di kelas IX. Awalnya memang ngga suka, tapi lama-lama ada sesuatu dari diri Bu Masning yang tidak kami rasakan sebelumnya. Beliau menganggap kami seperti cucunya sendiri. Beliau selalu memperhatikan keadaan kami. We luv ya!